TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Pematangsiantar meluncurkan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) di halaman Kantor BPPT Pematangsiantar, Selasa (10/2/2015).

Kepala BPPT Pematangsiantar Esron Sinaga mengatakan, sistem perizinan online ini dibuat dengan harapan agar dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus perizinan.

"Ini untuk mempercepat pengurusan IMB. Dengan adanya SPIPISE ini masyarakat bisa mengetahui perkembangan investasi di Siantar. Dilakukan semua transparan. Ini motivasi bagi masyarakat. Bisa melalui rumah mengurus. Tinggal akses saja," katanya.

Esron mengaku, peluncuran sistem perizinan online ini murni inisiatif BPPT tanpa campur tangan wali kota.

"Badan Perizinan harus satu pintu agar investor mudah datang. Tak ada intervensi wali kota karena kami diberi kepercayaan. Untuk itu kami berharap agar semua perizinan di Kota Siantar bisa menjadi transparan," katanya.

Adapun sistem perizinan online BPPT ini dapat diakses melalui melalui bppt.pematangsiantarkota.go.id. Masyarakat dapat mengurus perizinan tanpa harus datang ke kantor BPPT.

Wali Kota Hulman Sitorus mengatakan, peluncuran perizinan online ini sesuai dengan Perpres Nomor 97 Tahun 2014 Pasal 17 dan UU Nomor 25 Tahun 2007.

"Saya berharap, terobosan pelayanan secara elektronik yang dilakukan oleh BPPT dapat meningkatkan obyektivitas dalam pelayanan publik, memotong proses birokrasi yang cenderung memunculkan biaya mahal dan percepatan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Hulman pun bangga, karena di seluruh wilayah Sumatera Utara, hanya Siantar dan Tobasa yang memiliki perizinan online.

"Di Sumut cuma dua yang online gini. Satu lainnya Tobasa. Tapi mereka hanya sebatas pemerintahnya. Kalau kita ini akan terkoneksi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kita galakkan satu pintu, tapi jangan banyak meja seperti selama ini," ujarnya.